Penggunaan Dana Kapitasi Puskesmas Dipertanyakan?

Kota Bekasi,JN – Pembiayaan dalam sistem jaminan kesehatan nasional terhadap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau yang dikenal dengan dana kapitasi dipertanyakan. Pasalnya, penerimaan Dana kapitasi yang digelontorkan BPJS untuk Puskesmas setiap tahun belum jelas seperti apa pemanfaatannya. Karena anggaran yang berasal dari iuran masyarakat ini tergolong besar dan semestinya harus lebih transparan.

Seperti berdasarkan data tahun 2017 mengenai pemberian dana kapitasi setiap Puskesmas dikota Bekasi, diketahui pihak BPJS menggelontorkan dana untuk masing masing Puskemas yang tersebar di setiap wailayah. Disamping itu, selain anggaran BPJS tersebut Puskesmas juga terima bantuan dana dari APBD dan bantuan operasional kesehatan (BOK).

Lantas,bagaimana cara Puskesmas mengelola anggaran yang diterima dari tiga sumber itu?

Mengenai hal ini, ketika dikonfirmasi drg.Elisabeth Hendarti sebagai kepala Puskesmas kaliabang tengah kota Bekasi mengatakan,” saat ini Puskesmas menerima bantuan dana dari tiga sumber diantaranya Bantua Operasional Kesehatan yaitu BOK (non fisik dari pusat), anggaran JKN asalnya dari BPJS, kemudian anggaran dari APBD,ujarnya Senin (22/1).

Lanjut Elisabeth, Mengenai dana kapitasi dari BPJS yaitu dana yang dimaksud dengan dana JKN ini juga tidak stabil naik turun. Sementara, mengenai dana dari APBD nilainya tidak besar dan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan Puskesmas. Hanya saja untuk lebih jelasnya dana kapitasi yang diterima Puskesmas kaliabang tengah sebesar 6000 rupiah perjiwa dari jumlah peserta yang ada kurang lebih sebanyak 30.000 orang. Sementara warga yang berobat tiap harinya ada sekitar 250 orang jelas Elisabet.

Elisabet lebih menjelaskan, Tujuan anggaran ini penggunaannya untuk Jasa pelayanan ada perwal yang ngatur, buat petugas 60% diantaranya Untuk membantu perbaikan layanan. Untuk sisanya yang 40% digunakan untuk operasional,pajak mobil ambulans,listrik dan telepon, dari APBD dapat obat tidak besar. “Semua sudah aturannya dalam Permenkes maupun perwal”.
Elisabeth juga mengatakan, Saat ini Puskesmas kaliabang tengah kota Bekasi memiliki pegawai sebanyak 25 pegawai, 24 diantaranya Pegawai PNS,ujarnya.

Saat ditanya terkait penggunaan dana kapitasi seperti apa data rincinya, dirinya nggan menjawab dan tidak bisa memberikan, dan menurutnya informasi yang sudah diberikan cukup. Selebihnya minta ke BPJS ,jawabnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pedoman Media Cyber | Redaksi | JAKPOSNEWS Diterbitkan : PT. Naga Media Cipta