Bentjok Sang Nakhoda PT. Hanson International Diduga Telah Melarikan Diri Akibat Gagal Bayar REPO SAHAM

JAKARTA – Para nasabah mendesak perusahaan properti yang dikendalikan oleh Benny Tjokrosaputro yakni PT Hanson International Tbk segera mengembalikan dana investasi yang telah dihimpun selama tiga tahun terakhir dengan jumlah melebihi Rp2 triliun.

Salah satu nasabah berinisial TO mengatakan, perusahaan property yang dikendalikan Benny Tjokrosaputro, atau yang biasa dipanggil dengan Bentjok ini melakukan penghimpunan dana masyarakat sejak 2016. Padahal kegiatan penghimpunan dana hanya boleh dilakukan industri jasa keuangan yang telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari data yang didapat oleha dirinya, TO mengungkap PT. Hanson tidak memiliki izin selayaknya perusahaan jasa keuangan.

“Jumlah dana investasinya triliunan sejak 2016 dengan nasabah ribuan orang, saya sendiri sudah menjadi korban investasinya, ” ujarnya.

Dirinya bersama nasabah lainnya juga mendesak Bentjok untuk segera mengembalikan dana yang telah dihimpun sesuai kesepakatan bunga dengan nasabah.

“Kami minta Bentjok agar segera mengembalikan dana yang telah dihimpun sesuai isi kontrak perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham yang telah ditandatanganinya,” bebernya, Kamis (4/12/2019).

Oleh karenanya, TO beserta nasabah lainnya juga meminta kepada OJK untuk mengambil tindakan tegas terhadap PT. Hanson International dan Bentjok. “Minimal biar ada efek jera lah, agar investasi ilegal seperti ini tidak terulang kembali,” harapnya

Dari data yang didapat, Hanson menawarkan bunga investasi yang sangat tinggi kepada masyarakat yakni pada kisaran 10-12 persen. Imbal hasil yang ditawarkan melebihi tingkat bunga deposito perbankan, sehingga dana triliunan bisa dikumpulkan Hanson.

Meskipun dana investasinya cukup besar, investor produk ilegal tersebut masih bersifat individual, bukan korporasi. Hanson merupakan perusahaan properti terbuka dengan kode emiten MYRX. Awal mula pengungkapan dugaan pelanggaran ini adalah temuan dari pengawas pasar modal OJK.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pedoman Media Cyber | Redaksi | JAKPOSNEWS Diterbitkan : PT. Naga Media Cipta