H. Muksin sambut Kunjungan Mensos ke Desa Jayasampurna

Bekasi, Home1282 Dilihat

Kab.Bekasi,JN – Kepala Desa Jayasampurna, H. Muksin yang didampingi jajaran aparatur perangkat Desa menerima kunjungan Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos), Juliari P. Batubara.  Diketahui, Kunjungan Mensos, sabtu (23/5/2020) memantau kegiatan Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial kepada masyarakat yang terdampak covid-19 di Desa Jayasampurna Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi Propinsi Jawa Barat.

Dalam kunjungannya,Mensos Juliari P. Batubara mengatakan untuk penyaluran dana Bantuan Sosial Tunai ( BST ) harus cepat jangan melambat. Karena menurutnya, di kabupaten bekasi dikatakan sedikit melambat dalam penyaluran dana BST. Namun lanjut Mensos, layanan penyerahan BST Perlu didorong lagi supaya ditambah outlet pelayanan supaya cepat selesai di kabupaten bekasi,tandasnya.

Mensos Juliari P. Batu Bara tengah menyerahkan BST kepada warga (ist)

 

Dalam kunjungannya, Mensos juga sempat menyerahkan dana BST kepada warga dan Mesos Berpesan, supaya bantuan yang diberikan benar-benar dipergunakan dengan baik dan semoga bermafaat.

Setidaknya dalam Kunjungan Menteri Sosial ke Desa Jayasampurna tersebut juga dihadiri Bupati Kabupaten Bekasi yang diwakilkan kepala Dinas Sosial, kapolsek Serang baru, Camat serang Baru dan juga Danramil serang Baru.

Kepala Desa Jayasampurna,H.Muksin mengatakan,warga Jayasampurna yang berhak menerima BST sebesar Rp. 500.000,- tercatat sebanyak 315 Kepala Keluarga. Namun menurut Kades, warga Jayasampurna yang menerima dana BST baru terima kabar mendadak. Jadi persiapan menyambut Bapak Mensos juga mendadak”, ujarnya sambil senyum.

Kepala Desa Jayasampurna,H.Muksin (tengah) saat menyambut kedatangan Mentri Sosial (Baju Putih)

 

Lanjut Kepala Desa Jayasampurna,H.Muksin,” penerima BST adalah warga yang belum pernah menerima bantuan yang terkena dampak Covid-19 yang dari pusat,propinsi dan kabupaten. Namun menurut H.Muksin, warga penerima BST sebagian besar dari warga yang tinggal diperumahan namun tidak punya penghasilan dan sisanya warga kampung. Semoga dana BST bisa dimanfaatkan warga untuk kepentingan rumah tangga dan jangan disalahgunakan,tutupnya.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *