Pospera dan Pena 98 Peduli Melawan Covid-19 Bergotong Royong

Bekasi, Jabodetabek893 Dilihat

Jakarta JN  – Kasus corona di Indonesia, tertinggi di dunia.  700 Trilyun sudah digelontorkan pemerintah. Namun faktanya 1.174.779 jiwa positif Corona, sementara yang meninggal dunia sudah 32 ribu orang. Ini virus, musuh yang tak terlihat oleh mata. Tak bisa ditembak oleh senjata, juga tak bisa dirazia. Virus ini tak bisa mendengar perkataan politisi. Juga tak bisa membaca beragam surat yang dikeluarkan oleh negara. Jangankan rakyat biasa, dokter pun bisa tak berdaya.

Vaksin mungkin menjadi harapan tapi bukan jawaban, karena benteng sesungguhnya, bukan dimana mana, tapi ada di tubuh setiap manusia Indonesia. Vaksin tanpa masker tak ada gunanya, masker tanpa sabun cuci tangan juga sia sia, cuci tangan tapi tak ada makanan membuat tubuh lemah, makan tanpa asupan vitamin tak membuat raga

siaga berjaga, semua harus komplit dari A hingga Z, ketika tiap tubuh dipersenjatai dengan lengkap barulah kita bisa “tendang” Corona keluar dari bumi Indonesia.

Ujung tombak perlawanan bukan di dokter dan rumah sakit atau BUMN tapi justru di ibu ibu PKK, ibu ibu pos yandu, di karang taruna, di guru guru, di tokoh tokoh agama setiap desa, tokoh pemuda setiap desa, di Palang Merah Remaja, di Rt dan Rw

mereka ujung tombak,  mereka tidak masuk media, tidak banyak kata, tidak muncul di televisi dan mereka semua itu adalah Rakyat, kekuatan yang jika bergerak bersama tidak akan terkalahkan.

Ini saatnya kita teriakan seruan gotong royong seluruh rakyat melawan corona di setiap gang, tiap lorong, di setiap pintu rumah. Mari kita tindak lanjuti seruan ini, dan  tidak lagi dengan lembaran surat, tapi dengan gotong royong bersama-sama, lakukan apa yang kita bisa, berbagi apa yang kita punya karena corona adalah musuh bukan bisnis.

Kegiatan mulai dari yang terkecil yang bisa kita lakukan dari Pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, setiap hari akan di bagikan, 500 makan pagi, masker serta  vitamin B dan C gratis dengan datang bergantian,  jaga jarak dan ikuti protokol kesehatan/gunakan masker, yang bertempat di Bumi Pospera Jl Cipinang Muara Raya Rt 4 /Rw 6 No 2 Cipinang Besar Selatan, kec Jatinegara samping Giant Express.

Kegiatan ini dilakukan bersama Persatuan Nasional Aktivis 98, danPosko Perjuangan Rakyat. “Kegiatan sosial ini mengunakan prokes, sasarannya masyarakat secara meluas yang sebagaimana negara kita kena wabah covid-19 mengalami kesulitan ekonomi, dan Pospera berharap ada masyarakat terbantu dengan kegiatan ini,” ujar Mustar BV Manurung, Ketua Umum Pospera .

Kegiatan ini dilakukan secara serentak, kita galang. Ada telor jahe cabe dimasak dengan membuat 45 ribu nasi box, tenaga yang mengerjakan dari relawan pospera dan pena 98, serta 15 hingga 20 tenaga relawan sebagai team memasak dan membagi nasi box.

“Wabah pandemi covid-19 bisa kita lewati bersama secara gotong royong dan solidaritas yang tinggi, dan saya berharap ada pihak pihak yang punya uang seperti kegiatan kami ini,” tutup Mustar Bonaventura Manurung.(eve/jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *