oleh

Dinas Ketapang Kabupaten Bekasi Gelar Pembinaan Fortifikasi

-Bekasi, Home-83 views

Kab. Bekasi, JN – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bekasi gelar acara pembinaan fortifikasi (penambahan zat gizi-red) pangan organik pada jajanan pasar di Hotel Antero Jababeka, Rabu (3/21).

Adapun peserta yang mengkikuti acara tersebut ialah lima Posyandu, diantaranya Posyandu Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Desa Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya dan Desa Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Agus Trihono menjelaskan, pelatihan bagi kader posyandu dilakukan agar mampu membuat produk pangan dari bahan-bahan yang telah mengalami proses fortifikasi.

“Saya berharap pencegahan angka stunting dapat dimulai dari pemberian makanan di setiap rumah sedini mungkin,” ujarnya.

Agus menjelaskan fortifikasi pangan merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat dalam rangka mendukung kualitas sumber daya manusia.

“Angka stunting akibat kekurangan gizi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia,” ungkapnya.

Meskipun telah mengalami penurunan prevalensi stunting dari 37, 2 persen dari tahun 2013 menjadi 30,8 persen di tahun 2018. Tetapi angka tersebut tergolong cukup tinggi, demikian juga masalah kekurangan gizi mikro seperti anemia pada ibu hamil.

“Jumlah ibu hamil yang anemia meningkat, riskesdas 2018 menunjukan anemia pada ibu hamil sebesar 48,9 persen, meningkatkan dari 2013 sebesar 37, 1 persen,” tuturnya.

Kondisi ini, kata dia, disebabkan karena 70 persen sampai 80 persen ibu hamil belum tercukupi konsumsi energi dan proteinnya. Bagi Agus – sapaan akrabnya, ibu hamil yang anemia akan melahirkan anak stunting dan menyebabkan angka kematian.

(Red/bekasikab.go.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed